Indonesia adalah bangsa yang multikultur. Untuk merawat kebangsaan Indonesia yang multikultur, kita memerlukan semangat nasionalisme, yang tidak saja memperkuat persatuan etnis dan budaya dan meneguhkan persatuan sebagai sebuah bangsa, tetapi juga membangun masa depan dan mendorong daya saing bangsa Indonesia pada kancah global. Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-90 pada tahun 2018 ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan kembali semangat nasionalisme bangsa Indonesia. Peringatan ini menjadi momentum untuk membincangkan kembali “Tanah Air, Bangsa, dan Bahasa Indonesia” dalam konteks kekinian.

Terkait hal tersebut, PMB LIPI akan menyelenggarakan Dialog Kebangsaan, sebagai rangkaian acara peringatan Sumpah Pemuda ke-90 dan Bakti LIPI ke-51 dengan tema utama: “Nasionalisme ala Milenial #YangMudaYangBicara”. PMB LIPI mengundang pemuda pemudi dan segenap masyarakat Indonesia yang memiliki kepedulian terhadap generasi muda bangsa untuk turut berkontribusi dalam dialog dan memberikan pandangan kritis dan reflektif tentang nasionalisme Indonesia dalam konteks kekinian. Sebagai Pembicara kunci yakni Alissa Wahid (Jaringan Gusdurian) dan ditemani narasumber lain yaitu Cania Citta Irlanie (blogger), Ibnu Nadzir (Peneliti LIPI), Eriyanto (akademisi UI), Ayu Kartika Dewi Eriyanto(Sabang-Marauke), Rici Solihin (Paprici), Ranny Rastati (Peneliti LIPI).

 

Acara dialog kebangsaan akan diselenggarakan pada:

Hari, tanggal: Rabu, 31 Oktober 2018

Waktu           : Pk.08.30-15.30 WIB

Tempat         : Auditorium Lantai 1, Gedung Widya Graha Jalan Gatot Subroto No. 10 Jakarta Selatan

Pendaftaran  : bit.ly/dialogkebangsaan atau https://www.eventbrite.com.au/e/dialog-kebangsaan-nasionalisme-ala-milenial-tickets-51396945648?aff=ebdshpsearchautocomplete

(Hidayatullah Rabbani)