Oleh: Arief Isdiman Saleh (Mahasiswa Program Doktoral Ilmu Hubungan Internasional di Selçuk University,Turki)

Dalam sebuah riwayat Rasulullah bersabda bahwasanya barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka ia hendaknya memuliakan tamu yang datang ke rumahnya. Nilai-nilai dalam hadits ini diterapkan betul oleh masyarakat Turki, meskipun secara pemerintahan Turki menganut nilai-nilai sekuler sejak 95 tahun lalu. Masyarakat Turki sangat terkenal baik dan sangat totalitas dalam hal menjamu tamu. Setiap tamu yang datang ke rumah, biasanya akan disambut dengan ramah dan dijamu dengan suguhan hidangan spesial. Bagi orang Turki, tamu adalah raja dan mendatangkan rejeki bagi tuan rumah.

Hal tersebut berlaku juga kepada mahasiswa internasional yang datang ke Turki untuk menuntut ilmu. Setiap kota yang di dalamnya terdapat banyak mahasiswa asing biasanya akan mengadakan tradisi penyambutan terhadap mahasiswa asing yang baru datang untuk belajar di kota tersebut. Untuk kota Metropolitan Konya sendiri, tradisi penyambutan tersebut dilaksanakan pada tanggal 16 November 2018 bertempat di Mevlana Kültür Merkezi. Pada acara tersebut, masing-masing mahasiswa internasional dari berbagai universitas yang ada di Konya seperti Universitas Selçuk, Universitas Necmettin Erbakan, Universitas Teknik Konya di undang untuk menghadiri acara tersebut.

Penulis (4 dari kiri,memakai fez merah) Bersama Rekan-Rekan Mahasiswa Baru Asal Indonesia. (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Layaknya acara penyambutan pada umumnya, ada beberapa perwakilan mahasiswa internasional yang mendapat kehormatan untuk mendapatkan kenang-kenangan dari Walikota Konya. Pada acara tersebut, salah satu rekan sesama mahasiswa Indonesia mendapat kehormatan untuk mendapatkan ucapan selamat datang dan kenang-kenangan dari Walikota dan pemerintah kota Konya. Momentum tersebut sekaligus menjadi momen untuk mempromosikan warisan budaya Indonesia yakni batik kepada masyarakat dan pemerintah kota Konya karena pada saat acara tersebut seluruh mahasiswa Indonesia yang hadir menggunakan batik. 

Salah Satu Perwakilan Mahasiswa Indonesia (Berbaju Batik) Mendapat Kehormatan Untuk Menyerahkan Kenang-kenangan Kepada Walikota Konya. (Sumber: Sumber: Büyükşehir’den Uluslararası Öğrencilere “Hoşgeldiniz” Programı, 17 November 2018. Diakses pada tanggal 7 Desember 2018 dari laman http://www.milliyet.com.tr/buyuksehir-den-uluslararasi-ogrencilere-konya-yerelfotogaleri-32034579/.

 

Setelah acara penyambutan selesai, acara dilanjutkan dengan santap malam bersama mengingat kebiasaan masyarakat Turki menghidangkan makanan terhadap setiap tamu yang datang ke rumah. Adapun menu yang disajikan adalah nasi dengan daging cincang khas Konya, Corba (semacam sup), dan bubur beras manis. Pada acara jamuan tersebut saya dan beberapa teman sesama mahasiswa Indonesia di Konya kembali mendapat kehormatan untuk duduk satu meja bersama Walikota Konya.

Penulis (Membelakangi Kamera) beserta rekan-rekan mahasiswa internasional sedang bersantap malam dan melakukan ramah tamah dengan Walikota Konya. Sumber: Dokumentasi Pribadi

 

Acara penyambutan tersebut merupakan suatu bentuk penerimaan masyarakat Konya terhadap para mahasiswa nternasional yang menuntut ilmu di sana. Kedatangan mahasiswa internasional diharapkan dapat meningkatkan reputasi Konya di dunia internasional. Karena selama ini masyarakat internasional hanya mengenal Konya sebagai pusat dari tarekat sufi Maulawiyah yang didirikan oleh Maulana Jalaluddin Ar-Rumi. Padahal, Konya sendiri sebenarnya sudah menjadi salah satu pusat pelatihan dan pendidikan di Turki terutama dalam bidang pertanian karena Konya adalah pusat pertanian Turki. Dengan adanya penyambutan tersebut diharapkan dapat menjadi ajang promosi Konya sebagai salah satu kota pendidikan terkemuka di Turki (Editor: Ranny Rastati).

 

*) Artikel merupakan hasil kerjasama antara PMB LIPI dan PPI Turki berdasarkan MOU yang ditandatangani oleh Kepala PMB LIPI, Dr. Sri Sunarti Purwaningsih, MA, dan Ketua PPI Turki, Gesta F. Nurbiansyah. pada 14 Agustus 2018 di Widya Graha LIPI lantai 6 Jakarta.

________________________

TENTANG PENULIS 

Arief Isdiman Saleh yang akrab disapa Arief, menyelesaikan pendidikan sarjana program studi Hubungan Internasional pada tahun 2015 dari Universitas Pembangunan Nasional “Veteran Yogyakarta dan magister Sains Kajian Wilayah Timur Tengah dan Islam pada tahun 2018 dari Universitas Indonesia. Arief Isdiman bergabung sebagai anggota PPI Turki pada tahun 2018 sebagai anggota biasa. Sebelum bergabung sebagai anggota PPI Turki, Arief sempat menjadi kontributor rubrik dunia Islam pada Majalah Tabligh PP Muhammadiyah. Adapun bidang dan minat kajian yang ditekuni adalah pertahanan dan keamanan, demokrasi, politik internasional, serta isu dunia Islam dan Timur Tengah. Alamat email: ariefisdiman93@gmail.com