Indonesia diperkirakan memiliki 26,5 juta Ha lahan gambut atau mewakili gambut terluas ke-4 di dunia. Ekosistem gambut merupakan ekosistem lahan basah yang sudah lama dimanfaatkan masyarakat lokal dengan kearifannya untuk perkebunan, pertanian atau perikanan.

Di sisi lain, lahan gambut juga rentan terjadi kebakaran selama musim kering tiba. Kebakaran hutan dan lahan gambut di tahun 2015 memicu pemerintah pusat dan daerah untuk memperketat aturan pembukaan lahan gambut dengan cara bakar. Tapi hal ini dikeluhkan masyarakat karena berakibat menurunnya produktivitas serta tidak dibarengi cara alternatif pembukaan lahan gambut tanpa pembakaran.

Maka dari itu, diperlukan peran science untuk mengatasi permasalahan seperti misalnya Pembukaan Lahan Tanpa Bakar (PLTB) yang diaplikasikan oleh petani lokal. Temuan-temuan hasil kajian lainnya terkait sinergisitas modern science dengan pengetahuan lokal akan diseminasikan dalam acara ini.

Terbagi dalam dua panel, acara workshop kerjasama antara Pusat Penelitian Masyarakat dan Budaya serta ANU Smeru Research Grant yang berjudul “Kearifan Lokal dan Science dalam Pengelolaan Lahan Gambut Berkelanjutan : Tantangan dan Peluang” ini akan dibuka oleh Prof. Shawkat Alam dari Macquire University juga Deputi IPSK, Prof. Tri Nuke Pudjiastuti. Terbuka untuk umum, silahkan kontak narahubung untuk mendaftar.

Kegiatan akan diselenggarakan pada Selasa, 18 Juni 2019 Pukul 08.30-Selesai di Gedung Widya Graha LIPI Ruang Seminar PMB LIPI Lantai 6 Jakarta.

?Konfirmasi kehadiran silahkan menghubungi kontak person pada poster (peserta yang berminat ikut minimal lulusan S1 dan memiliki minat terhadap tema terkait).
?Workshop menggunakan Bahasa Indonesia dan Inggris.


(rannyrastati)